KOMPETENSI KEPERAWATAN GAWAT DARURAT
By: PROF DR AMRI MULIADI (K)
KOMPETENSI
l Kompetensi
ad/ seperangkat tindakan cerdas, penuh t.jawab yg dimiliki seseorg sbg syarat
u/ dianggap mampu o/ masy. dlm melaksanakan tugas2 dibidang pekerjaan tt.
(Kepmendiknas 045/U/2002).
l Istilah
kompetensi menjelaskan ttg kualifikasi yg hrs dipunyai seorg pekerja u/
dinyatakan sbg pekerja yg kompeten.n
Kompeten
l Istilah
kompeten menjelaskan ttg keadaan sekarang
l Pekerja
yg kompeten ad/ pekerja yg menguasai pekerjaannya
l Pekerja
yg kompeten ad/ pekerja yg memp kompetensi u/ melaksanakan pekerjaannya
Standard
Kompetensi Mencakup;
l Elemen
yg menggambarkan garis besar aktifitas2 terpenting.
l Kriteria
pelaksanaan tugas yg merinci hal2 yg harus dilakukan u/ menunjukkan kemampuan
seseorg.
l Beberapa
variabel yg relevan
l Penentuan
bukti yg memberikan gambaran bgmn kompetensi diakui
Penilaian
berdasarkan Kompetensi
l Menggunakan
beberapa metode; observasi atas pelaksanaan tugas oleh peserta
l Memeriksa
proses yg digunakan dan hasilnya
l Ujian
tertulis dan essay u/ mengukur tingkat pengetahuan
l Ujian
lisan u/ demontrasi praktis
l Proyek
perseorangan / kelompok, biasanya tanpa pengawasan
l Simulasi
/ bermain peran
l Kumpulan
contoh, u/ menilai prestasi seseorg sebelumnya.
Standard
Kompetensi Lulusan
l Merupakan
Standar kualifikasi kemampuan lulusan berkaitan dengan kemampuan kognitif,
afektif dan psikomotor
l Sebagai
dasar penetapan
penilaian kelulusan
A
simple model of competence
l Does --------- Behavior
l Shows
How --------- behavior
l Know
how ---------- cognition
l Knows ---------- cognition
l Penilaian
yg dibuat hanya kompeten dan belum kompeten
Prinsip
Penilaian berbasis kompetensi
l Valid
(sahih), penilaian benar2 mengukur kompetensi yg hendak diukur
l Dapat
diandalkan(reliable), hasil penilaian harus sama.
l Adil,
terbuka, bebas prasangka, mendukung, tak seorangpun dirugikan
l Fleksibel,
metode yg bukan standar harus disesuaikan dengan berbagai kondisi.
Kompetensi
D IV Keperawatan Gawat Darurat
l Kompetensi
D IV Keperawatan klinik emergency hrs mampu melakukan tindakan2 mahir dibidang
gawat darurat scr handal dan profesional dgn menguasai kompetensi berstandar
Internasional (ICN) di segala unsur baik dalam komponen profesional, legal
etik, managemen care, critical thinking dan komunikasi secara handal
Kompetensi
D IV Keperawatan Gawat Darurat, t/d:
Kompetensi
Unit I
l Konsep Pertolongan pertama dan lanjutan dalam penanganan
kegawat daruratan
Kompetensi Unit II
l Tindakan
Asuhan kep Prof terhadap kegawatan system.
Kompetensi
Unit III
l Penata laksanaan kasus kasus dengan syok
Kompetensi
unit IV
l Penatalaksanaan kasus2 keracunan
Kompetensi
Unit V
l Managemen pengembangan profesionalisme
Kompetensi
Unit VI
l Penetalaksanaan kegawatan pada kasus kasus kes masyarakat
Kompetensi Unit VII
l Kerja
Tim dan Interdisiplinary collaboration
Kompetensi
Unit VIII
l Penelitian pada kasus emergency
KONSEP DASAR KEPERAWATAN GAWAT DARURAT
BY PROF DR AMRI MULIADI (K)
Pengertian
Keperawatan
Gawat Darurat (Emergency Nursing) merupakan pelayanan keperawatan yang
komprehensif diberikan kepada pasien dengan injuri akut atau sakit yang
mengancam kehidupan.
Tujuan
penanggulangan gawat darurat
- Mencegah kematian dan cacat pada pasien gawat darurat, hingga dapat hidup dan berfungsi kembali dalam masyarakat
- Merujuk pasien gawat darurat melalui system rujukan untuk memperoleh penanganan yang lebih memadai
- Penanggulangan korban bencana
Penyebab
kematian
- Mati dalam waktu singkat (4-6 menit)
a. Kegagalan sistem otak
b. Kegagalan sistem pernapasan
c. Kegagalan sistem kardiovaskuler
- Mati dalam waktu lebih lama (perlahan-lahan)
a. Kegagalan sistem hati
b. Kegagalan sistem ginjal (perkemihan)
c. Kegagalan sistem pankreas (endokrin)
SPGDT
Pengertian:
Suatu metoda
yang digunakan untuk penanganan korban yang mengalami kegawatan dengan
melibatkan semua unsur yang ada
- Fase Pra RS
Komponen yang mempengaruhi keberhasilan
penanggulangan gawat darurat:
- Komunikasi
1) Dalam
komunikasi hubungan yang sangat diperlukan adalah:
a) Pusat
komunikasi ambulan gawat darurat (contoh: 118)
b) Pusat
komunikasi kerumah sakit
c) Pusat
komunikasi polisi (contoh: 110)
d) Pusat
komunikasi pemadam kebakaran (contoh:113)
2) Untuk
komunikasi fasilitas pager, radio, telepon, telepon genggam
3) Tugas
pusat komunikasi adalah:
a) Menerima
permintaan tolong
b) Mengirim
ambulan terdekat
c) Mengatur
dan memonitor rujukan penderita gawat darurat
d) Memonitor
kesiapan rumah sakit yaitu terutama unit gawat darurat dan ICU
b.
Pendidikan
1) Pada
orang awam
Orang
pertama yang menemukan korban atau pasien yang mendapat musibah atau trauma.
Mereka adalah anggota pramuka, PMR, guru, ibu rumah tangga, pengemudi, hansip,
dan petugas hotel atau restoran.
Kemampuan
yang harus dimiliki orang awam:
- Mengetahui cara minta tolong misalnya menghubungi melalui telepon ke 118
- Mengetahui cara resusitasi jantung paru
- Mengetahui cara menghentikan perdarahan
- Mengetahui cara memasang pembalut atau bidai
- Mengetahui cara transportasi yang baik
2) Kemampuan
orang awam khusus
Polisi, hansip, DLLAJR, Search and
rescue (SAR)
Kemampuan orang awam ditambah dengan:
- Mengetahui tanda-tanda persalinan
- Mengetahui penyakit pernapasan
- Mengetahui penyakit jantung
- Mengetahui penyakit persarafan
- Mengetahui penyakit anak, dan lain-lain
3) Perawat
Perawat
harus mampu menanggulangi penderita gawat darurat dengan gangguan:
a) Sistem
pernapasan
(1) Mengatasi
obstruksi jalan napas
(2) Membuka
jalan napas
(3) Memberi
napas buatan
(4) Melakukan
RJP didahului penilaian ABC
b) Sistem
sirkulasi
(1) Mengenal aritmia dan infark jantung
(2) Pertolongan pertama pada henti jantung
(3) Melakukan EKG
(4) Mengenal syok dan memberi pertolongan
pertama
c) Sistem
vaskuler
(1) Menghentikan perdarahan
(2) Memasang infus atau transfusi
(3) Merawat infus
d) Sistem
saraf
(1) Mengenal
koma dan memberikan pertolongan pertama
(2) Mengenal
pertolongan pertama pada trauma kepala
e) Sistem
pencernaan
(1) Pertolongan
pertama pada trauma abdomen dan pengenalan tanda perdarahan intraabdomen
(2) Persiapan
operasi segera (cito)
(3) Kumbah
lambung pada pasien keracunan
f) Sistem
perkemihan
(1) Pertolongan
pertama pada payah ginjal akut
(2) Pemasangan
kateter
g) Sistem
integumen atau toksikologi
(1) Pertolongan
pertama pada luka bakar
(2) Pertolongan
pertama pada gigitan binatang
h) Sistem
endokrin
(1) Pertolongan
pertama pada hipo/hiperglikemia
(2) Pertolongan
pertama pasien krisis tiroid
i)
Sistem muskuloskeletal
(1) Mengenal
patah tulang dan dislokasi
(2) Memasang
bidai
(3) Mentransportasikan
pasien ke rumah sakit
j) Sistem penginderaan
(1) Pertolongan
pertama pasien trauma mata atau telinga
(2) Melakukan
irigasi mata dan telinga
k) Pada
anak
(1) Pertolongan
pertama anak dengan kejang
(2) Pertolongan
pertama anak dengan asma
(3) Pertolongan
pertama anak dengan diare atau konstipasi
c)
Transportasi
(1) Syarat transportasi penderita
(a) Penderita gawat darurat siap
ditransportasi bila:
-
Gangguan pernafasan dan kardiovaskuler telah ditanggulangi
-
Perdarahan harus dihentikan
-
Luka harus ditutup
-
Patah tulang apakah memerlukan fiksasi
(b) Selama
transportasi harus dimonitor:
- Kesadaran
- Pernafasan
- Tekanan darah dan denyut nadi
- Daerah perlukaan
(c) Syarat
kendaraan
- Penderita dapat terlentang
-
Cukup luas untuk lebih dari 2 pasien dan petugas
dapat berdiri dan infus lancar
-
Cukup tinggi sehingga petugas dapat berdiri dan
infus lancar
-
Dapat melakukan komunikasi ke sentral komunikasi
dan rumah sakit
-
Identitas yang jelas sehingga mudah dibedakan
dari ambulan lain
(d) Syarat
alat yang harus ada yaitu resusitasi, oksigen, alat hisap, obat-obatan dan
infus, balut dan bidai, tandu, EKG transmitter, inkubator untuk bayi dan
alat-alat persalinan
(e) Syarat
personal
- Dua orang perawat yang dapat mengemudi
-
Telah mendapat pendidikan tambahan gawat darurat
-
Sebaiknya diasramakan agar mudah dihubungi
2. Fase
Rumah Sakit
- Puskesmas
Ada puskesmas yang buka 24 jam dengan
kemampuan:
1) resusitasi
2) Menanggulangi fase gawat darurat baik medis
maupun pembedahan minor
3)
Dilengkapi dengan laboratorium untuk menunjang diagnostik seperti pemeriksaan
Hb, leukosit, gula darah
4) Personal
yang dibutuhkan satu dokter umum dan dua sampai tiga perawat dalam satu shift
b. Berhasil
atau gagalnya IGD tergantung pada:
1) Keadaan penderita waktu tiba di IGD
- Tergantung pada mutu penanggulangan
pra rumah sakit
-
IGD harus aktif meningkatkan mutu penanggulangan
pra rumah sakit
2) Keadaan
gedung IGD sebaiknya dirancang sedemikian rupa sehingga:
-
Masyarakat mudah mencapainya
-
Kegiatan mudah dikontrol
-
Jarak jalan kaki didalam ruangan tidak jauh
-
Tidak ada infeksi silang
-
Dapat menanggulangi keadaan bencana
3) Kualitas
dan kuantitas alat-alat serta obat-abatan
a. Alat-alat
atau obat-obatan yang diperlukan untuk resusitasi
- Suction manual atau otomatis
- oksigen
- Respiratori manual atau otomatis
- Laringoskop
- Pipa endotracheal
- Gudel
- Spuit dan jarum
- infus atau transfusi serta cairan dan
darah
- Morfhin-pethidin-adrenalin
- EKG-monitor jantung (portable) dan defribilator
-
Tandu dapat
posisi trendelenburg atau anti trendelenburg, terdapat gantungan infus
dan pengikat
-
Cricothyrotomy dan tracheostomy set
-
Gunting
-
Jarum intra cardiac, dll
b. Alat-alat
atau obat-obatan untuk menstabilkan penderita
-
WSD set atau jarum fungsi
-
Bidai segala ukuran
-
Perban segala ukuran
-
Sonde lambung
-
Foley kateter segala ukuran
-
Venaseksi set
-
X-Ray
-
Perban untuk luka bakar
-
Perikardiosentesis set, dll
c. Alat-alat
tambahan untuk diagnose dan terapi
-
Alat-alat periksa pengobatan mata
-
Slit lamp
-
THT set
-
Traction kit
-
Gips
-
Obstetri
ginekologi set
-
Laboratorium mini
-
Bone set
-
Pembedahan minor set
-
Benang atau jarum segala ukuran
d) Kemampuan
dan keterampilan petugasnya
-
Golongan pertama, yang tidak langsung menangani
penderita yaitu cleaning service, keamanan, penerangan, kasir
-
Golongan kedua, Yang langsung menangani
penderita yaitu perawat, dokter dan koasisten, perawat tulang punggung IGD,
perawat IGD pendidikan DIIII, SI, S2.
3.
Pembiayaan
- Asuransi jasa raharja
- Askes pegawai negeri
- Astek/jamsostek
- Dana sehat
- Subsidi pemerintah (Gakin)
PERAN DAN FUNGSI PERAWAT DALAM GAWAT DARURAT DAN BENCANA
By: PROF DR AMRI MULIADI (K)

LATAR BELAKANG
¨ Indonesia rawan terjadi BENCANA
bencana
alam ( natural disaster) maupun karena ulah manusia ( man made
disaster)
àa.l terletak
pada 4 lempengan tektonik yang bergerak
dan “heart of the Pasific Ring of Fire”,
¨ Kejadian bencana à korban manusia & kerugian harta benda pada masyarakat di
sekitar daerah bencana
¨ Penanganan korban bencanaà pra bencana, saat bencana maupun
pasca bencana
¨ Permasalahan kesehatan terkait
bencana
à (1) korban bencana, (2) SDM kesehatan

Bencana
¨ Peristiwa atau rangkaian
peristiwa yang terjadi secara mendadak/tidak terencana / secara perlahan tetapi
berlanjut yang menimbulkan dampak terhadap pola kehidupan normal atau kerusakan
sehingga diperlukan tindakan darurat dan
luar biasa untuk menolong dan menyelamatkan
korban

JENIS
BENCANA
BENCANA
ALAM
?
Jangka
pendek: gempa, angin puting beliung, dsb
?
Jangka
panjang: banjir, bencana kekeringan, dsb
BENCANA AKIBAT ULAH MANUSIA
?
Kecelakaan lalu lintas skala besar: kecelakaan
pesawat udara,
?
kecelakaan kereta api, dsb
?
Kecelakaan skala besar: kebakaran, kecelakaan
kimia, kecelakaan radiologis
PERAN FUNGSI &
TUGAS PERAWAT DLM PELAYANAN GAWAT
DARURAT
BY PROF DR AMRI
MULIADI (K)
PERAN PERAWAT
Ss lokakarya nasional keperawatan th 1993 :
•
Sebagai
tenaga pelaksana pelayanan keperawatan
•
Sebagai
pengelola dalam bidang pelayanan keperawatan dan institusi pendidikan
keperawatan
•
Sebagai
pendidik dalam ilmu keperawatan
•
Sebagai
peneliti
Peran perawat sebagai pelaksana dapat
dijabarkan sbb :
•
Pemberi
asuhan keperawatan (care giver)
•
Pelindung
pasien (advocate)
•
Sebagai
penasehat (counsellor)
•
Sebagai
pendidik
•
Sebagai
koordinator
•
Sebagai
kolaborator
•
Sebagai
konsultan
Fungsi perawat
•
Fungsi independen
fungsi mandiri berkaitan dengan pemberian asuhan (care)
•
Fungsi dependen
fungsi yang didelegasikan sepenuhnya atau sebagian dari profesi lain
•
Fungsi kolaboratif
kerjasama saling membantu dlm program kes. (perawat sebagai anggota tim
kes.)
Fungsi
independen di ugd dijabarkan :
- Sebagai tuan rumah yg baik bagi pasien / anggota tim kes. Lain
- Melaksanakan pengkajian, membuat diagnosa, merencanakan yan kep, melaksanakan tindakan askep, mengevaluasi yankep, mendokumentasikan proses kep.
- Melaksanakan kebijakan dan prosedur yg berlaku di rs / ugd
- Sebagai komunikator
- Merawat & menjaga keutuhan alat agar siap pakai
- Sebagai operator untuk alat kedokteran : ekg, defibrilator, respirator, nebulizer, monitor jantung, air viva dll.
- Sebagai pemberi askep pasien gawat darurat selama 24 jam terus menerus berkesinambungan, turut serta dalam klb.
Kemampuan minimal
petugas ugd pedoman depkes 1990
- Membuka & membebaskan jalan nafas (airway)
- Memberikan ventilasi pulmoner & oksigenisasi (breathing)
- Memberikan sirkulasi artificial dengan jalan massage jantung luar (circulation)
- Menghentikan perdarahan, balut bidai, transportasi, pengenalan & penggunaan obat resusitasi, membuat & membaca rekaman ekg.
Kemampuan tenaga perawat
ugd ss pedoman kerja perawat,
depkes 1999 :
- mampu mengenal klasifikasi pasien :
- Pasien tgdg “false emergency” (label hijau) kasus tidak gawat dan tidak darurat
- Pasien dtg (label kuning) kasus darurat tetapi tidak gawat
- Pasien gd (label merah) kasus gawat dan darurat
- Pasien gtd (label putih) pasien parah pertolongan tidak mempunyai arti bagi penyelamatan jiwanya.
- Pasien yg meninggal/death on arrival (label hitam)
- Mampu mengatasi pasien : syok, gawat nafas, gagal jantung paru otak, kejang, koma, perdarahan, kolik, status asthmatikus, nyeri hebat daerah pinggul & kasus ortopedi.
- Mampu melaksanakan pencatatan & pelaporan yan askep.
- Mampu berkomunikasi : intern, ekstern
- Perawat kepala ruang rawat darurat
a. Pengertian :
seorang tenaga
profesional yang bertanggung jawab dan berwenang dlm mengelola pelayanan keperawatan di ruang
rawat darurat
b. Persyaratan :
1. Sehat jasmani
dan rohani
2. Pendidikan d3
keperawatan ditambah
pengalaman kerja minimal 5 tahun
3. Memiliki
sertifikat manajemen keperawatan
4.Memiliki
sertifikat pelatihan rawat darurat
5.Mempunyai
pengalaman kerja di r. Rawat darurat
6. Memiliki
kemampuan memimpin
7.Mau &
mampu mengembangkan diri sesuai denga perkembangan iptek
c. Tanggung jawab :
secara operasional bertanggung jawa kpd ka. Instalasi
D.Tugas - tugas :
1.Melaksanakan fungsi
perencanaan (p1)
a. Menentukan
macam, mutu dan jumlah alat yang dibutuhkan dlm pelayanan
gawat darurat
b. Bersama staf menentukan
jumlah pegawai yang dibutuhkan di ruang rawat darurat
c. Membagi tugas harian
dgn memperhatikan jumlah
&
tingkat kemampuan tenaga keperawatan
d. Menyusun & mengusulkan program pengembangan staf dan pendidikan
e.Berperan aktif menyusun prosedur / tata kerja di ruang rawat darurat
f.Membuat dan menyusun program orientasi bagi pegawai baru dan pasien
g. Mentaati peraturan &
kebijakan yg telah ditetapkan rumah sakit
2. Melaksanakan fungsi penggerakan & pelaksanaan
(p2)
a. Memantau seluruh staf dalam penerapan &
pelaksanaan peraturan / etika yang berlaku di ruang rawat
darurat
b. Mengatur pelayanan keperawatan dgn kebutuhan tim dan kemampuan
tenaga
c. Membuat jadwal kegiatan (time schedule)
d.Memantau pelaksanaan tugas yang dibebankan
e.Mengatur pemanfaatan sumber daya secara tepat guna dan hasil guna
f.Mengisi dan menyimpan “anecdotal record” sertamenandatangani daftar
prestasi untuk berbagai kepentingan pegawai
3. Melaksanakan
fungsi pengawasan, pengendalian dan penilaian (p3)
a. Mengawasi
pelaksanaan tugas masing-masing pegawai
b.Mengawasi,
mempertahankan dan mengatur alat2 agar selalu siap pakai dan tepat guna
c. Mengawasi
pelaksanaan inventaris secara periodik
d. Menganalisa masalah dan
melakukan tindak lanjut
e. Mengawasi kinerja
perawat
II. Perawat pembimbing
a.
Pengertian :
seorang tenaga keperawatan yang bertanggung
jawab dan
berwenang dalam memberikan bimbingan kepada tenaga keperawatan serta peserta
didik keperawatan di ruang rawat darurat
b. Persyaratan :
1. Sehat jasmani dan rohani
2. Pendidikan d3 keperawatan ditambah
pengalaman kerja minimal 5 tahun
3. Memiliki sertifikat sebagai
pembimbing
4.Memiliki sertifikat pelatihan rawat
darurat
5.Mempunyai pengalaman kerja diruang
rawat darurat minimal 5 tahun
6. Memiliki kemampuan mendidik &
membimbing
C. Tanggung jawab :
secara operasional bertanggung
jawab kepada kepala ruang
rawat
D. Tugas - tugas :
1. Melaksanakan bimbingan & pengawasan tenaga
keperawatan dan
peserta didik sesuai dengan
perkembangan
iptek keperawatan
2. Berperan serta dlm kegiatan penelitian bidang
kesehatan
/ keperawatan
3. Bersama kepala ruang rawat darurat menyusun
program
pendidikan mengenai askep di ird
4. Menciptakan kerja sama serta koordinasi yang
harmonis antara
sesama perawat & tim kes. Lain
5. Melakukan evaluasi hasil bimbingan
6. Mengikuti pertemuan ilmiah baik dibidang
kesehatan
maupun keperawatan
7. Mentaati peraturan dan kebijakan yang telah
ditetapkan rumah
sakit
III.
Ketua grup
a.
Pengertian :
seorang tenaga keperawatan profesional yang bertanggung jawab & berwenang untuk mengetuai sekelompok
tenaga keperawatan dlm memberikan askep kepada sekelompok pasien keperawatan di
ruang rawat darurat.
b.Persyaratan
:
1. Sehat jasmani dan rohani
2. Pendidikan d3 keperawatan atau spk ditambah pengalaman kerja minimal 5 tahun
3. Memiliki sertifikat pelatihan rawat darurat
4.Mempunyai pengalaman kerja sebagai pelaksana di ruang rawat darurat minimal 5 tahun
5.Mempunyai
kemampuan & mampu mengembang-kan diri sesuai dgn perkembangan iptek
C.Tanggung
jawab :
secara operasional
bertanggung jawab kpd ka ruangan
D.Tugas - tugas :
1.
Bersama kepala ruangan melakukan serah terima tugas pada
setiap pergantian dinas
2.Mengkoordinir
kegiatan pelayanan keperawatan di kelompoknya
3.Melaksanakan asuhan keperawatan
4.Menganalisa
masalah & melakukan tindak lanjut
5.Membuat
laporan
6.Mengawasi
kinerja perawat anggota kelompoknya
7.Menjaga
& memelihara lingkungan kerja agar tetap bersih dan rapih
8.Menciptakan
kerjasama serta koordinasi yg harmonis antara sesama
perawat dan tim kesehatan lain
9.Mentaati
peraturan & kebijakan yg telah ditetapkan rumah sakit
IV.PERAWAT
PELAKSANA
a.
Pengertian :
seorang tenaga keperawatan yg bertanggung jawab dan diberi wewenang,
memberikan pelayanan keperawatan di instalasi rawat darurat
b.Tanggung
jawab :
secara
operasional bertanggung jawab kepada ketua grup / kepala
ruang rawat
c.Tugas
-tugas :
- Melaksanakan serah terima setiap pergantian dinas yang mencakup pasien dan peralatan
- Melakukan askep pasien; mengkaji keadaan pasien, membuat rencana keperawatan, melakukan tindakan keperawatan, melakukan evaluasi & melakukan pencatatan / dokumentasi
C.Tugas
- tugas :
3.Menyiapkan, memelihara dan
menyimpan peralatan agar selalu siap pakai
4.Melakukan dinas rotasi sesuai
jadwal yang sudah dibuat oleh kepala ruangan
5.Memelihara lingk. Ird untuk
kelancaran pelayanan
6.Melaksanakan program orientasi kepada pasien tentang ird &
lingkungannya, peraturan / tata tertib yang berlaku,
fasilitas yang ada dan penggunaannya
7.Menciptakan hubungan
kerjasama yg baik dgn pasien & keluarganya maupun dgn anggota tim
kesehatan
8. Membantu merujuk pasien kepada petugas kesehatan lain yang lebih
mampu untuk menyelesaikan masalah kesehatan yang
dapat ditanggulangi
- Mengikuti pertemuan berkala yg diadakan oleh dokter penanggung jawab ird atau perawat kepala ruang rawat darurat
- Menyiapkan pasien yang akan keluar meliputi :
1.Menyediakan formulir
untuk penyelesaian administrasi seperti : surat izin
pulang, surat keterangan sakit, petunjuk diit, resep obat utk dirumah jika
diperlukan, surat rujukan atau pemeriksaan ulang dan surat keterangan lunas
membayar.
2.Memberikan penyuluhan
kesehatan kepada pasien & keluarga sesuai dengan keadaan & kebutuhan
pasien, misalnya mengenai : diit,
pentingnya pemeriksaan ulang di rs, pkm, institusi pelayanan kes. Lainnya
11. Mentaati
peraturan & kebijakan yg telah ditetapkan rs
v
PRINSIP-PRINSIP
PENANGGULANGAN KORBAN GAWAT DARURAT
By
PROF DR AMRI MULIADI (K)
Prinsip utama: memberikan pertolongan pertama pada
korban.
Tujuan pertolongan pertama
- Menyelamatkan kehidupan
- Mencegah kesakitan makin parah
- Meningkatkan pemulihan
Tindakan prioritas penolong
- Ambil alih situasi
- Minta bantuan pada orang sekitar
- Kaji bahaya lingkungan
- Yakinkan area aman bagi penolong dan korban
- Kaji korban secara cepat untuk masalah yang mengancam kehidupan
- Berikan pertolongan pertama untuk kondisi yang mengancam kehidupan
- Kirim seseorang untuk memanggil polisi atau ambulans
Mengontrol area
- Kecelakaan kendaraan bermotor, yang harus dilakukan: pelarangan merokok, cegah kerumunan, minta pertolongan orang lain
- Kecelakaan listrik, yang harus dilakukan putuskan hubungan listrik dengan kayu atau lainnya, jaga jarak dengan korban sampai korban berada di area yang aman
- Gas, asap dan gas beracun maka pindahkan pasien
- Kebakaran, yang harus dilakukan adalah menjauhkan pasien dari api
Sikap penolong
- Jangan panik
- Bersikap tenang
- Cekatan dalam melakukan tindakan
- Jangan terburu-buru memindahkan korban dari tempatnya sebelum dipastikan sarana angkutan yang memadai
5
Hal-hal yang harus diperhatikan terhadap
korban atau pasien adalah:
- Pernapasan dan denyut jantung
1)
Bila napas berhenti maka segera kerjakan
pernapasan buatan
2)
Bila jantung berhenti berdenyut
3)
Usaha usaha mengembalikan fungsi
pernapasan dan sirkulasi
b. Perdarahan
Bila terjadi perdarahan
maka lakukan usaha-usaha menghentikan perdarahan.
- Syok
Bila terjadi syok maka
perhatikan tanda-tandanya serta lakukan penanggulangan
d. Cegah aspirasi
terhadap muntahan dengan mengatur posisi pasien miring pada salah satu sisi
tubuh atau ditelungkupkan
e. Bila terjadi
fraktur, maka lakukan pembidaian
Pengelompokan Klien
Gawat Darurat
|
Kategori
|
Skala Prioritas
|
Kasus
|
|
I
|
Prioritas utama pasien
|
- Tidak sadar
- Sumbatan Jalan nafas atau henti nafas
- Henti jantung
- Perdarahan hebat
- Syok
- Reaksi insulin
- Mata terkena bahan kimia
|
|
II
|
Prioritas kedua pasien
|
- Luka bakar
- Fraktur mayor
- Injuri tulang belakang
|
|
Kategori
|
Skala Prioritas
|
Kasus
|
|
III
|
Prioritas ketiga pasien
|
-
Fraktur minor
-
Perdarahan minor
-
Keracunan obat-obatan
-
Percobaan bunuh diri
-
Gigitan binatang
|
|
IV
|
Prioritas keempat pasien
|








STANDAR PRAKTEK KEPERAWATAN GAWAT DARURAT
By: PROF DR AMRI MULIADI (K)
Standar
Praktek Keperawatan
l SPK
merupakan suatu pernyataan yg menguraikan kualitas yg diinginkan thd pelayanan
keperawatan yg diberikan u/ klien
( Gilles, 1989).
l Ekspektasi
minimal dlm memberikan askep yg aman, efektif dan etis.
l SPK
ditetapkan u/ mengarahkan dan membimb para perawat kearah tind. yg tepat dlm
upaya meningk mutu askep.
l Standar
melindungi perawat dari kelalaian melakukan tind. Keperawatan.
l S P
K. yg ada tdk membedakan spesialisasi. Sbg tenaga profesional seorg pwt bert.j.
dan berwewenang memb pelayanan kepwt. scr mandiri/ berkolaborasi dgn tim kes. Yg lain.ok/ itu
diperlukan suatu ketetapan yg mengatur hak& kewajib pwt terkait dgn pek/
profesi.
l Dgn
diberlakukan standar, mk klien berhak u/ mengontrol askep.bl klien # mendptkan
pel.yg memuaskan/klien dirugikan k/ kelalaian mk klien & klg memp.hak u/
bertanya & menuntut.
l Pd
ps 53 ayat 2 & 4 UU Kes. dinyatakan; tnga kes, pwt dlm melakukan tgsnya berkwajib u/ mematuhi
standar dan menghormati hak klien.
Lingkup
Standar Praktek Keperawatan
Δ standar asuhan keperawatan mencakup :
1.
Pengkajian keperawatan
2.
Diagnosa keperawatan
3.
Perencanaan keperawatan
4.
Pelaksanaan tindakan (implementasi)
5.
Evaluasi
Δ standar profesional
1.
Registrasi dan sertifikasi
2.
Responsibilitas dan akuntabilitas
3.
Batang tubuh keilmuan perawat
4.
Jaminan mutu pelayanan keperawatan
5.
Pendidikan
6. Penilaian kerja
7.
Kolegialti
8. Etik
9. Kalaborasi
10.riset
11. Pemanfaatan sumber daya.
1.
Registrasi dan Sertifikasi
2.
Untuk memberikan pengakuan dan perlindungan
hukum bagi Perawat emergency dan masyarakat.
3.
Rasional; Perawat emergency yg terregistrasi
dan tersertifikasi memp. izin praktek
perawat yg dilaksanakan o/ pejabat pemerintah dan organisasi profesi.
4.
Kriteria; Rekrutmen, pendataan dan pencatatan
biodata perawat, penerbitan kartu anggota
2. Responsibilitas dan Akuntabilitas
l Menanamkan
nilai dan pemahaman profesi yg berfokus pd pemberian pelayanan yg dpt diper- t.
jwbkan serta membentuk prilaku profesional.
l Rasional;
Responsibilitas dan akuntabilitas merupakan aspek penting dlm praktek
keperawatan Gawat darurat scr profesional yg bertujuan u/ memenuhi harapan
klien
l Kriteria;
Melakukan tind.kep didasarkan pd
nilai norma yg dpt
dipertanggungjawabkan.
Melakukan
tind.kep. didasarkan pd lingkup/ area
praktek yg relevan dgn kewenangannya.
3. Batang Tubuh Keilmuan
l Menanamkan
proses pikir dan pemahaman praktek prof. yg didasarkan pd ilmu dasar
keperawatan,ilmu kep. Gawat darurat, falsafah ilmu dan pemahaman keunikan
humaniora.
l Rasional;
Dasar keilmuan gadar dan ilmu kep scr
keseluruhan yg dpt ditampilkan oleh setiap individu
l Kriteria;
Perawat gadar memiliki prakarsa, motivasi, semangat u/ belajar mengikuti
perk.IPTEK.
4. Jaminan Mutu Keperawatan Gadar
l Perawat
Gadar melakukan evaluasi mutu praktek keperawatan
l Rasional;
Evaluasi mutu praktek kep. Dilakukan melalui penilaian praktek sbg cara u/ menjamin
bahwa klien mendpt asuhan yg bermutu.
l Kriteria;
Perawat berperan serta dlm evaluasi praktek Kep.Gadar dan memanfaatkan usulan2
yg diperoleh melalui program evaluasi praktek keperawatan
5.
Pendidikan
l Perawat
emergency bertanggung jawab untuk memperoleh ilmu pengetahuan mutakhir dlm
praktek kep. Gadar.
l Rasional;
Perkembangan IPTEK menuntut komitmen perawat u/ terus menerus meningkatkan
pengt. shg memacu pertumb. profesi kep. Gadar
l Kriteria;
mempunyai prakarsa u/ belajar mandiri, berperan serta dalam keg. Pemantapan di
tempat kerja (inservice), mengikuti pelatihan, seminar dan pertemuan ilmiah.
6.
Penilaian Kinerja
l Perawat
emergency mengevaluasi prakteknya berdasarkan standar praktek profesional
l Rasional;
Penilaian kinerja perawat gadar merupakan suatu cara u/ menjamin tercapainya
SPK
l Kriteria;
Perawat emergency berperan serta scr teratur dan sistematis pd penilaian
kinerja, memanfaatkan hasil penilaian u/ memperbaiki dan mempertahankan
kinerja.
7.
Kesejawatan (Collegiality)
l Perawat
emergency berkontribusi dlm mengembangkan keprofesian dari sejawat/ kolega
l Rasional;
Kolaborasi antar sejawat perawat mel.komuniksi efektif u/ meningkatkan kualitas
pemberian pelayanan asuhan keperawatan Gadar
l Kriteria;
Berperan serta dlm melaksanakan kolaborasi antar interdisiplin, memanfaatkan
hasil kolaborasi sejawat dlm melaksanakan askep.
8. E t i k
l Keputusan
& tindakan perawat emergency a.n klien ditentukan dgn cara yg etis ( norma,
nilai budaya, moral & idealisme profesi).
l Rasional;
Kode Etik perawat merupakan parameter bg perawat dlm membuat penilaian etis.
Berbagai isu spesifik ttg etik yg menjadi kepedulian perawat meliputi;
penolakan ps thd pengobatan, Informed C, pemberhentian bantuan hidup dan
kerahasian klien.
l Kriteria;
berped pd kode etik kep, menjaga kerahasian klien, bertindak sbg advokat.
9. Kolaborasi
l Perawat
berkolaborasi dgn klien, klg dan semua pihak terkait serta tim multi disiplin
kesehatan dlm memberikan askep ke gawat daruratan
l Rasional;
Pemberian Askep membutuhkan pendekatan multidisiplin u/ memberikan asuhan kpd
klien, kolaborasi mutlak diperlukan u/ meningkatkan efisiensi dan efektivitas
asuhan.
l Kriteria;
berkonsultasi dgn profesi lain, berkolaborasi dgn tim multi disiplin.
10.Penelitian
l Perawat
emergency melakukan riset dan menggunakan hasil riset dlm praktek Askep.
l Rasional;
sbg profesi memp. tanggung jawab u/ mengembangkan pendekatan baru dlm praktek
kep emergency melalui riset.
l Kriteria;
melaksanakn riset, menggunakan hasil riset, dll.
11. Pemanfaatan
Sumber-sumber
l Perawat
emergency mempertimbangkan faktor2 yg terkait dgn keamanan bekerja efektifitas
dan biaya dlm perencanaan dan pemberian askep
l Rasional;
Pelayanan keperawatan emergency menuntut upaya u/ merancang program pel.kep. yg
lebih efektif dan efisien.
l Kriteria;
Perawat b.tj u/ mendistribusikan sumber daya yg tersedia dgn cara yg paling
efektif dan efisien.
Standar Kinerja Profesional
l Ad/
merupakan standar yg harus diperlihatkan juga ol/ seorg perawat profesinal yg
mencakup keputusan dan tindakan pwt atas nama klien artinya merupakan salah
satu bgn penting dari penilaian kinerja seorg pwt profesional.
l Penampilan
kerja / kinerja prof. sangat erat kaitannya dgn kompetensi. Pwt yg memiliki
kompetensi yg tinggi memp. peluang besar dlm pengembangan kariernya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar